Lantik 67 Kades, Bupati Matim: Perbedaan Pilihan Itu Hal Wajar Dalam Demokrasi

Borong, Wartamanggaraitimur.com-Bupati Manggarai Timur (Matim) Agas Andreas, SH,M.Hum melantik 67 Kepala Desa (Kades) terpilih tingkat Matim. Dalam upacara pelantikan itu diawali dengan pengambilan sumpah jabatan. Pada pemilihan kepala desa serentak gelombang II tahun 2019 dalam wilayah Kabupaten Manggrai Timur periode 2019-2025.

Uniknya, pelantikan Kades kali ini Bupati Matim Agas Andreas, SH,M.Hum usai membaca naskah pelantikan dan berita acara pengambilan sumpah janji jabatan, ke 67  Kepala Desa secara spontan, Bupati Matim meminta istri dan suami Kades yang dilantik untuk menyematkan tanda pangkat dan jabatan suami atau istrinya (Kepala Desa) masing masing dan disaksikan oleh Bupati serta seluruh undangan yang hadir.

Pelantikan, dan menyematkan tanda pangkat ke 67 Kepala Desa itu berlangsung di aula Setda Matim. Jumat, 20/12/2019.

Bupati Matim Agas Andreas, SH,M.Hum dalam sambutannya menjelaskan, acara pelantikan yang dilakukan saat ini merupakan puncak dari hari pemilihan kepala desa yang sudah ditentukan oleh panitia pemilihan.

Kata Bupati Matim, ini menjadi sebuah proses akhir dari demokrasi prosedural. Demokrasi prosedural itu bagaimana cara memilih seorang memimpin dengan baik.

Hari ini, lanjutnya, kita melantik pemimpin yang sudah di pilih oleh masyarakat. Tetapi demokrasi tidak berhenti sampai disini.

Dikatakannya, setelah dilantik hari ini apa yang bapak ibu kades buat kepada masyarakat,  kepada daerah ini, dan kepada bangsa ini",ungkapnya

"Saya menyampaikan apresiasi yang setingi-tingginya kepada panitia pemilihan dan DPD di desa masing-masing karna sudah menyukseskan pemilihan kepala desa secara aman dan damai", ungkapnya

Dijelaskan Bupati Matim, kita semua menyadari bahwa di dalam proses pemilihan, terdapat berbagai bentrokan kesusilaan sebagai akibat dari perbedaan pilihan dan itu adalah hak setiap manusia.

"Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi karena kita lahir pasti berbeda-beda", ungkap Bupati Matim

Untuk itu, ajak Bupati Matim, mari kita bersatu hati. Jangan lagi lihat kebelakang. Kita harus lihat kedepan. Karna tantangan kita ada didepan bukan di belakang.

"Saya minta kepada kepala desa yang dilantik  saat ini harus dengan hati yang jujur, dengan hati yang terbuka. Tidak boleh melihat kebelakang, harus lihat kedepan karna tantangan kita ada di depan bukan di belakang, ungkap Bupati Matim penuh tegas.

Dijelaskannya, dipundak saudara-saudara terdapat beban pekerjaan yang berat. Laksanakan tugas sesuai sumpah dan janji yang telah diucapkan. 

"Laksanakan tugas dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab untuk menata dan memajukan desa serta mampu membangun kemitraan bersama baik dengan BPD maupun lembaga kemasyarakatan yang lain di desa", ajaknya

Dikataknnya, peran dan tanggung jawab kepala desa kedepan semakin berat, seiring dengan meningkatnya tantangan dan tuntutan perubahan.

Kata dia, sesuai amanat undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, bahwa kepala desa bertugas menyelenggarakan pemerintahan desa, melaksanakan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Arahan Presiden  kita Joko Widodo, yang harus kita lakukan di Indonesia diantaranya, infrastruktur yang menunjang daerah pariwisata, infrastruktur yang menunjang daerah pertanian, dan infrastruktur yang menunjang daerah pelabuhan. 

Untuk itu, lanjutnya, kita punya gerakan yang sama baik dari pusat, provinsi, dan desa untuk  sama-sama membangun bangsa ini dengan baik.

Infrastruktur, tambahnya,  menjadi tiga hal penting di wilayah Kabupaten Manggarai Timur yakni; Jalan, listrik, dan air minum bersih. Tiga hal ini yang menjadi fokus perhatian kita bersama dalam membangun Kabupaten Manggarai Timur dengan baik ke depan. (KR-1)

 

Berita Terbaru

Alamat Redaksi

Bagian Humas dan Protokol 
Setda Kabupaten Manggarai Timur 

Kompleks Satar Lehong-Gurung Liwut
Manggarai Timur-NTT-86571

Newsletter

Social

FacebookTwitter