Wabub Jaghur Stefanus, Program KKBPK Menjadi Gerakan Dan Milik Desa

Wartamanggaraitimur.com- Pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Timur (Matim), melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  melaksanakan kegiatan advokasi dan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bagi para Camat,  para kepala Desa dan Lurah di tingkat Kabupaten Manggarai Timur. Kegitan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Matim Drs. Jaghur Stefanus, Rabu  (6/11/2019) di Aula Kevikepan Borong.

Focus Group Discussion (FGD) ini membahas rekomendasi  rapat kerja akbar antara Gubernur, Walikota, Bupati, para Camat, para kepala Desa dan Lurah, se NTT di Kupang, Kamis ( 24/10/2019). Advokasi dan komunikasi itu menjadi isu strategis untuk melakasanakan tiga agenda besar, yang menjadi perhatian pemerintah Provinsi NTT. Pengendalian penduduk, keluarga berencana, dan perlindungan ibu dan anak.

Dengan demikian langka ini dinilai mampu menyelesaikan persoalan koordinasi dan singkronisasi antar OPD dan lembaga lainnya. Kesamaan persepsi antar OPD dan lembaga lainnya bisa memudakan koordinasi dan sinkronisasi program dan kegiatan sehingga pembangunan pengendalian penduduk, keluarga berencana, serta perlindungan ibu dan anak bisa berjalan secara terintegrasi.

Wakil Bupati Matim Drs. Jaghur Stefanus menjelaskan, pada tanggal 11 Juli 2011, penduduk dunia diprediksi  berjumlah tujuh milyar jiwa (lahir penduduk ke tujuh milyar), dan diperkirakan sampai dengan tahun 2019, akan mencapai 7,8 milyar jiwa. Hal ini sejalan dengan Laporan PBB dengan judul "The State of Word". yang dirilis sejak tahun 2011. Menurutnya, fenomena ini terjadi diseluruh belahan dunia, terutama pada negara-negara berkembang. salah satunya adalah Indonesia.

Kondisi ini menurut wabub Matim,  menjadi keuntungan berupa bonus demografi. Potensi ini harus segera dimaksimalakan sebagai kekuatan pembangunan baru dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Aspek pembangunan manusia Manggarai di Kabupaten Manggarai Timur menjadi perhatian, pada masa kepemimpinan Agas Andreas dan Jaghur Stefanus pada  lima tahun ke depan, ungkapnya

Penduduk Indonesia, lanjutnya, terus bertambah setiap tahun. Pertumbuhan penduduk selalu dikorelasikan dengan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan penduduk itu sendiri. "Sesungguhnya jika pertumbuhan penduduk yang tinggi disertai dengan kualitas sumberdaya manusia yang memadai maka akan menjadi modal bagi pembangunan dan keluarga", tukas Wabub Matim

Wabub Matim mengungkapkan, yang menjadi persoalan adalah, jika pertumbuhan penduduk yang tinggi tidak disertai dengan kualitas yang memadai maka, ini akan menjadi beban bagi pemerintah dan keluarga.

Kata Wabub Matim, jika jumlah kehamilan dan kelahiran tinggi tetapi tidak disertai dengan perhatian yang cukup dari keluarga dalam proses tumbuh kembang anak secara optimal sejak dari dalam kandungan dan pada masa Balita, dan akhirnya anak mengalami gizi buruk dan menjadi stunting, maka kita akan kehilangan kualitas generasi, karena secara fisik ada, tetapi secara kualitas tidak ada.

Hal inilah, tambahnya, perlu kita kaji bersama, kita diskusikan bersama untuk mendapatkan sebuah model yang efektif dalam menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan pembangunan dan pertumbuhan penduduk yang harusnya tercipta dari desa atau keluarhan, agar apa yang kita bangun dan kemajuan pembangunan yang kita raih, dapat berkontribusi secara signifikan dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dijelaskannya, berbicara tentang pertumbuhan penduduk dan dampaknya menjadi perhatian dunia internasional. PBB dalam peringatan hari Kependudukan Dunia tahun 2011 mengangkat tujuh isu pokok sebagai dampak pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali yang harus menjadi perhatian dunia yaitu:

Pertama, kemiskinan dan ketidaksetaraan. Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali akan memberikan dampak tingginya proporsi penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan dan ketidak setaraan kesejahteraan.

Kedua, perempuan dan remaja putri. Perhatian kepada kaum perempuan dan remaja putri merupakan hal yang penting dalam memecahkan masalah kependudukan, karena apabila perempuan sehat dan berpendidikan akan dapat berpartisipasi dalam pembangunan dan mengurangi pernikahan dini dan kehamilan secara terus menerus.

Ketiga, Orang Muda. Pada saat ini jumlah penduduk berusia dibawah 25 tahun sangat besar, yang sebentar lagi akan menjadi orang tua. Di kalangan ini terjadi banyak penganggurann 40% penderita HIV/AIDS  terjadi pada usia 15 -24 tahun dan masih tingginya angka kematian ibu pada usia muda, karena terlalu muda hamil dan melahirkan.

Keempat, Kesehatan dan Hak Reproduksi. Banyak perempuan yang tidak dapat memanfaatkan hak dasarnya untuk menentukan jumlah anak dan jarak anak sebagai bagian dari hak asasi manusia, yang disebabkan karena adat istiadat, di samping mereka tidak mempunyai akses terhadap pelayanan KB yang efektif.

Kelima, Kelestarian Lingkungan. Tantangan abad ini adalah bagaimana kita dapat memenuhi kebutuhan hidup penduduk 7,8 Milyar dunia, sementara kita juga harus memelihara kelestarian lingkungan dalam menunjang kehidupan manusia di masa mendatang.

Keenam, Penduduk Lansia. Usia harapan hidup semakin meningkat dari tahun ketahun, jumlah penduduk lansia bertambah dan ini tantangan ke depan berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, pelayanan kesehatan lansia dan jaminan hari tua.

Ketujuh, Peningkatan Perkotaan. Perkotaan merupakan daerah pertumbuhan ekonomi hingga mengakibatkan terjadi pertumbuhan penduduk yang tinggi, di kota juga angka kemiskinan cukup tinggi, lingkungan yang tidak sehat, dan berbagai problema yanglain.

Pertumbuhan Penduduk Kab. Manggarai Timur Meningkat

Wabub Matim, menjelaskan, jika kita memperhatikan perkembangan penduduk di Kabupaten Manggarai Timur, sesungguhnya mengalami pertambahan yang cukup tinggi. Data BPS menunjukkan bahwa pada tahun 2008, jumlah penduduk Manggarai Timur sebanyak 243.819 jiwa dan pada tahun 2018 telah meningkat menjadi 267.310 jiwa.

Selain itu, kata dia, jumlah penduduk Manggarai Timur yang terus bertambah tersebut, memiliki struktur umur yang tidak seimbang dan  kurang menguntungkan, karena penduduk usia non produktif, khususnya usia O-14 tahun masih sangat tinggi, sehingga menempatkan dependency ratio atau ratio ketergantungan penduduk Manggarai Timur masih tinggi yaitu 73 per 100.

"Jika negara atau daerah yang memiliki dependency ratio atau ratio usia ketergantungan 50 per 100 ke atas, maka negara atau daerah itu belum bisa mencapai bonus demografi", katanya

Dikatakannya, menurut hasil proyeksi dari BPS dan Bapenas,sampai tahun 2035 NTT, termasuk Manggarai Timur, tidak bisa mendapatkan bonus demografi karena penduduk usia ketergantungan pada kelompok umur 0-14 tahun masih sangat tinggi.

Karena itu, lanjutnya, pertambahan penduduk yang terus terjadi perlu kita kendalikan, baik dari aspek kuantitas maupun kualitasnya, melalui program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga, sehingga sebelum tahun 2045 tercipta generasi emas dan mencapai bonus demografi.

Kampung KB

Masih kata Wabub Matim, dalam rangka implementasi percepatan dan pemerataan pembangunan sesuai amanat Nawa Cita butir tiga, maka Bapak Presiden telah memberikan arahan agar seluruh desa sangat tertinggal dijadikan sebagai Kampung Keluarga Berencana. Kata dia, Kampung KB hanyalah sebuah nama, yang harus dibangun secara bersama-sama, terintegrasi dan dikeroyok oleh seluruh sektor.

"Diharapkan intervensi pembangunan yang dilakukan secara terintegrasi ini dapat mempercepat pembangunan di Kampung KB atau desa sangat tertinggal untuk menuju kemajuan secara cepat jika kita membangun Kampung KB secara terintegrasi dan keroyokan maka akan tercipta percepatan kemajuan sarana dan pra sarana jalan, pendidikan, kesehatan,tercipta pertumbuhan ekonomi dan kemajuan pembangunan semua sektor, agar dapat menghantar Kampung KB untuk meningkatkan indeks pembangunan panusia (IPM), dan dapat mewujudkanBonus Demografi".

Dengan demikian, lanjutnya, motto yang diusung pada pertemuan ini adalah "Program KKBPK menjadi Gerakan dan Milik Desa" saya pandang sebagai hal yang tepat dan strategis. Karena dari Keluarga dan Desalah yang harus dijadikan sebagai titik sentral pembangunan untuk mewujudkan Matim SEBER.

Ia menjelaskan, Manggarai Timur dikatakan bangkit harus dimulai dengan pgningkatan kualitas sumber daya manusia dari dalam kandungan, ibu hamil diberikan asupan gizi, ibu diberi kesempatan tiga tahun untuk memulihkan kesehatan reproduksi dengan mengikuti program KB. Selama  tiga tahun itulah keluarga memiliki waktu cukup untuk memperhatiakn asupan gizi dan tumbuh kembang anak sehingga anak memiliki otak yang cerdas.

"Sumber Daya Manusia  (SDM) Manggarai Timur meningkat dulu, barulah mereka bekeria menghasilkan produktivitas yang tinggi untuk menghantarkan Kabupaten Manggarai Timur yabg sejahtera", ungkap sang wabub

Untuk itu Wabub Matim, menghimbau kepada Camat dan Para Kepala Desa atau Lurah untuk memasukan indikator kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga termasuk Kampung KB ke dalam prioritas pembangunan di wilayah masing-masing, sekaligus bersinergi dan menjadi tugas bersama antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan institusi masyarakat pedesaan atau PPKBD dan Sub PPKBD untuk saling bergandengan tangan agar tercipta kemajuan pembangunan di Manggarai Timur demi meningkatnya kesejahteraan rakyat Manggarai Timur.

"Saya ingin menegaskan kepada kita semua bahwa tantangan besar kita hari ini di Manggarai Timur adalah kemiskinan yang masih tinggi, gizi buruk dan stunting masih tinggi, angka kematian ibu dan bayi masih tinggi, kualitas SDM di Manggarai Timur masih rendah karena rata-rata lama sekolah di Manggarai Timur masih rendah, indeks pembangunan manusia Manggarai Timur masih rendah, di mana semua ini dipicu oleh karena masih banyak keluarga di Manggarai Timur rata-rata memiliki jumlah anak banyak", tutur sang Wabub

Hal ini, kata dia,  ditandai denga angka kelahiran total Manggarai Timur masih berada pada posisi 3,34 anak per wanita usia subur (Data Susenas tahun 2015). Untuk itu saya minta kepada para Camat dan Kepala Desa atau Lurah untuk gencar mengkampanyekan manfaat Keluarga Berencana kepada masyarakat baik melalui pertemuan-pertemuan atau pada acara-acara di mana saudara-saudara diminta untuk menyampaikan sambutan-sambutan, maupun dengan mengunjungi keluarga-keluarga yang miskin tetapi memiliki banyak anak", ungkapnya Manfaat program KB, tambahnya, yang paling utama adalah menghindarkan ibu dari Empat Terlalu, yaitu (1) terlalu muda usia untuk melahirkan, (2) terlalu dekat jarak kelahiran, (3) terlalu banyak melahirkan dan (4) terlalu tua usia untuk hamil dan melahirkan.

Empat terlalu bagi ibu-ibu perlu kita jaga agar dapat menekan angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi, yang disebabkan karena kehamilan, melahirkan dan masa nifas", tuturnya

Wabub Jaghur, meminta agar setiap desa memiliki data basis yang lengkap melalui pendataan yang benar, tutupnya

 

Penulis: Mulia Donan

Editor  : Agus Supratman

Berita Terbaru

Alamat Redaksi

Bagian Humas dan Protokol 
Setda Kabupaten Manggarai Timur 

Kompleks Satar Lehong-Gurung Liwut
Manggarai Timur-NTT-86571

Newsletter

Social

FacebookTwitter