Menari Rangkuk Alu Bersama SD Watu Sadar

Belasan siswa siswi SD watu Sadar naik ke pangggung untuk mempertontonkan sebuah tarian tradisional yang sudah diwariskan secara turun temurun oleh suku Manggarai di Nusa Tenggara Timur. Mereka akan mempertontonkan Tarian Rangkuk Alu dalam acara syukuran atas pelantikan Kapolres Manggarai, AKBP Marselis Sarimin, yang berlangsung di kampung kelahirannya, di Mukun, Desa Mokel, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten manggarai Timur, Jumat (21/4).

Dengan memakai pakaian khas tradisional manggarai, beberapa siswa membawa 8 batang bambu seukuran tangan orang dewasa, menyusul 4 siswa dan 4 orang siswi sebagai penari. Selanjutnya kelompok penyanyi yang akan menyanyikan lagu-lagu daerah untuk mengiringi gerakan para penari.

Tari Rangkuk Alu merupakan seni tari yang berawal dari permainan tradisional dan biasanya dipertontonkan di malam hari saat bulan purnama sebagai ungkapan syukur atas panen yang melimpah. Nilai yang terkandung dalam tari ini adalah melatih konsentrasi, disiplin, keberanian, kelincahan, ketangkasan serta ketepatan gerak.

Mereka pun mulai beraksi. Bambu disusun lalu diayunkan seperti menjepit oleh beberapa siswa dan diiringi dengan suara kelompok penyanyi yang melantunkan lagu-lagu daerah. Para penari kemudian  mulai bergerak dan melompat dengan lincahnya diantara bambu-bambu untuk menghindari jepitan. Ketika melompat menghindari jepitan bambu, pemain terlihat melakukan gerakan yang seirama sehingga terlihat seperti sebuah tarian. Inilah dasar dari gerakan yang dipertunjukkan dalam Tarian Rangkuk Alu yang menonjolkan kelincahan kaki. Paduan kelincahan gerakan penari, bunyi bambu yang bersentuhan serta irama lagu daerah yang dilantunkan kelompok penari menimbulkan decak kagum dan tepuk tangan riuh masyarakat yang menyaksikannya.

Dalam perkembangannya, tarian ini tidak hanya dipertontonkan pada malam hari atau pada saat panen raya saja. Kini, Tari Rangkuk Alu juga dipertontonkan pada perayaan syukuran, pertunjukkan budaya, penyambutan tamu penting serta berbagai acara lain yang menonjolkan kegembiraan dan kebahagiaan. Tarian ini terus dipertontonkan sebagai warisan budaya, dilestarikan oleh generasi penerus suku Manggarai yang tersebar di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai Barat di Provinsi Nusa Tenggara Timur.   /Bennyndap

Berita Terbaru

Alamat Redaksi

Bagian Humas dan Protokol 
Setda Kabupaten Manggarai Timur 

Kompleks Satar Lehong-Gurung Liwut
Manggarai Timur-NTT-86571

Newsletter

Social

FacebookTwitter